Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengadakan Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) ke lima di Yogyakarta. Kegiatan yang akan diselenggarakan pada 22 sampai 25 Oktober ini merupakan konferensi tingkatmenteri yang membahasisu isu pengurangan risiko bencana dan diselenggarakan secara bergantian di antara negara-negara Asia.
";;Konferensi yang telah diselenggarakan sejak 2005 ini memberikan kesempatan yang baik untuk menegaskan kembali komitmen negara-negara anggota terhadap pelaksanaan Kerangka Aksi Hyogo atau Hyogo Framework for Action (HFA),";; ujar Kepala BNPB, Syamsul Maarif pada Jumat (18/10).
Ia menjelaskan, HFA merupakan cetak biru secara global untuk pengurangan bencana risiko yang didesain dalam periode 2005 - 2015 dan diadopsi oleh 168 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada World Conference on Disaster Reduction di Kobe, Jepang pada 2005. Konferensi ini juga berfungsi sebagai forum untuk bertukar pengalaman tentang praktek sukses dan pendekatan inovatif dalam pelaksanaan HFA, khususnya lima prioritas aksi di tingkat nasional dan lokal.
Memiliki banyak pengalaman dalam penanggulangan bencana, Indonesia sepenuhnya mengakui pentingnya memperkuat upaya pengurangan risiko bencana (PRB) di tingkat lokal. Dalam enam tahun terakhir, Indonesia telah mencapai tonggak yang signifikan terhadap pelaksanaan PRB di tingkat nasiona dan saat ini pemerintah terus berkomitmen dan mendorong semua pemangku kepentingan yang relevan untuk berpartisipasi aktif dalam mempercepat pelaksanaan PRB di tingkat lokal.Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mengangkat 'Penguatan Kapasitas Loka luntuk Pengurangan Risiko Bencana' sebagai tema umum dari AMCDRR kelima tahun ini.
Penyelenggaraan AMCDRR tahuniniterdiriatasrangkaian program yang dilakukansecarapararel.Program tersebutterdiriataspre conference, plenary, market place, field and cultural visits, film festival, media training, danconsultation mechanism.
Program yang barudikenalkanpadapenyelenggaraan AMCDRR adalahAsian Film Festival (AFIFES) on DRR for Asian Pacific Region. Festival film inibertujuanuntukmembangunkesadaranakanpentingnyaketangguhandalammenghadapibencana di tingkatmasyarakat, di tengahtantanganbencana yang terusmeningkatdanrisikoakibatperubahaniklim. Film yang terpilihakanditayangkanselamakonferensi.
Pada program market place, panitia AMCDRR mengundang pemerintah negara-negara Asia, lembaga PBB, LSM internasional dan nasional, media, sektor swasta, masyarakat lokal serta pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dalam ajang pameran yang mengangkat tema 'Hidup Harmonis dengan Bencana Melalui Koordinasi di Tingkat Nasionaldan Sub-nasional'. Pameran ini merupakan ajang untuk mempromosikan praktik-praktik pengurangan risiko bencana dalam konteks kearifan lokal, inisiatif lokal, serta kemitraan bersama di tingkat lokal. Pameran digelar di dual okasi yang berbeda, Jogja Expo Center (JEC), Jalan Raya Janti dan Hotel Royal Ambarukmo, Jalan Laksda Adisucipto 81. Hanya pameran di Hotel Ambarukmo yang dapat dikunjungi oleh masyarakat dan terbuka mulai 22 – 25 Oktober 2012.
Rangkaian kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono. Penyelenggaraan AMCDRR akan diikuti oleh 1005 delegasi dari 73 negara, perwakilan lembaga-lembaga PBB, organisasi donor, organisasi non pemerintah, dan media. ";;Sejauh ini sudah 71 negara yang mengkonfirmasi kehadiran,";; katanya.
Sumber :Pusat Data Informasi dan Humas